Wednesday, October 14, 2009

Kisah Hanim

Aku sudah berkahwin dan mempunyai seorang cahaya mata....... pengalaman aku macam
ni....... Tiap-tiap cuti hujung minggu ia selalu berkunjung kerumahku. Setiap kali ia
datang....... wife aku selalu ada dirumah. Selang beberapa minggu..... ia datang seorang
kerumahku....... wife aku tak ada dirumah....... pulang ke tanah besar kerana ada urusan.
Aku sudah lama mengidam tubuhnya....... tetapi tak ada peluang untuk mendekatinya.
Mana-mana lelaki yang tengok dia pasti geram....... kerana bentuk tubuhnya yang
mengiurkan dan montok.
Masuklah Hanim apa yang hendak ditakutkan, kataku lagi. Tak nak masuklah pasal Mak
su tak ada....... kalau nak balik nanti Pak Su hantar....... pujukku lagi. Ia masuk
kerumahku dan menghempas ponggongnya di sofa....... mengadap kekaca TV. Dia
menonton filem Maria mariana 11. Aku cadangkan kepada dia menonton satu....... filem
yang ia belum pernah tengok....... ia menerima cadanganku.
Tanpa membuang masa....... aku menayangkan sebuah filem sex Jepun....... mengandungi
jalan cerita. Aku biarkan Hanim menonton seorang diri....... kali ini perangkapku pasti
mengena. Ia begitu asyik maksyuk menonton tayangan yang belum pernah di
lihatnya....... sampai tak sedar aku duduk di sebelahnya. Mulutnya terbuka sedikit....... dia
tak duduk diam, ponggongnya bergerak ke kiri dan kanan.
Aku tarik tubuhnya disampingku....... Hanim tak membantah....... dan mengikut saja.
Aaiikkkkk....... boleh ni....... tanpa membuang masa, aku memeluk dan mencium pipinya
yang putih gebu. Warna kulitnya putih kuning, tubuhnya taklah sebesar mana....... dengan
aku tingginya cuma paras bahu aku saja. Hanim gementar dan tekejut dengan tindakanku
yang sangat berani....... ia menarik pipinya yang gebu. Apa cara sekalipun aku mesti
mendapatkan tubuhnya juga....... sekiranya aku melepaskan peluang ini orang lain akan
menidurinya dulu. Kebanyakan rakan-rakanku yang datang kerumahku....... ingin
meniduri dan mengecapi tubuhnya yang montok dan mongel itu.
"EEeehhhhh....... PPpaakkk SSssuuu ni beraninya......., "Hanim memandangku dengan
muka yang merah padam. "Biasalah......., "jawabku selamba.
Aku memeluknya kembali dengan kemas....... sambil ku mengulum bibirnya yang nipis
dan kecil....... jemariku meramas-ramas gunung pejalnya disebalik baju kebayanya.
Umurnya baru menjangkau 18 tahun. Dengan tindakanku yang berani....... aku kucup
bibirnya dengan rakus....... sambil jemari tanganku meramas gunung pejalnya. Aku
kulum lidahnya dan kusedut dalam-dalam....... Hanim memejamkan kedua matanya dan
mulutnya sedikit terbuka. Hanim terasa macam ada satu aliran elektrik yamg menjalar ketubuhnya.
"Macamana....... Hanim......., "tanyaku sambil menahan gelora nafsu. "PPpaakk
SSsuuu......., "bisik Hanim perlahan, kelihatan ketakutan.
Aku kucup semula bibirnya....... namun dengan cepat dia menolak tubuhku dan
melepaskan lingkaran lenganku ditengkoknya. Aku memeluknya dari belakang dengan
kemas....... sambil lidahku menjilat tengkoknya, tanganku merayap-rayap menyelusup
masuk kedalam baju kebayanya. Aku meramas-ramas gunung pejal yang masih ditutup
colinya. Jari jemariku gementar menahan gelora nafsu....... aku meramas-ramas disegenap
tubuhnya....... ia tidak berdaya menolak tubuhku lagi. Aku pusingkan mukanya mengadap
mukaku....... aku terus mencium bibir dan mengulum lidahnya dengan ganas, sementara
tanganku meramas-ramas ponggongnya.
Hanim mengeliat kelemasan "AAAaahhhhhh....... PPPaakkkk SSSsuuu......., "Hanim
merintih perlahan penuh nikmat.
Aku senyum sendirian....... aku menang dalam pertarungan untuk menaikkan nafsu
syahwatnya. Jari jemari tanganku yang berada di celah pehanya....... kumainkan perana
dengan lebih lancar lagi. Hanim menjerit kecil dan mengeluh perlahan.
"OOoohhh....... PPppaakkk SSsuuuuuuu......., "Bisiknya perlahan.
Aku mengangkat tubuh yang montok....... masuk kekamar tidurku, aku terlentangkan
tubuhnya....... sambil mulutku mengulum bibirnya. Aku menindih tubuhnya yang montok
dengan perlahan....... tanganku lengkapkan pada bukit cicapnya. Jemari tanganku mula
merayap dari pangkal peha, hingga menyelunsuri baju kebayanya dan berhenti di dua buah gunung yang pejal. Jemari tanganku meramas-ramas kedua buah dadanya dengan puas. Aku merapatkan bibirku kebibirnya sambil mengulum lidahnya. Mulutnya menjerit kecil penuh dengan nikmat.
Batang zakarku terus mendesak untuk keluar mencari sarangnya. Aku buka baju dan
seluar serta seluar dalamku dihadapan Hanim....... ia terkejut melihat batang zakarku.
Selama ini ia hanya melihat batang zakar adiknya yang masih kecil....... dia memejamkan
matanya kerana malu.
Aku tak peduli....... yang penting bagi aku, kenikmatan dan keseronokan berasmara
dengan seorang gadis....... aku peluk Hanim dengan kemas, sementara dadaku menindih
dua buah gunung yang pejal. Aku mengesel batangku kebukit cicapnya yang masih
dibaluti kain sarung dan seluar dalamnya. Aku mengulum mulutnya....... sambil jari
jemariku membuka baju kebaya serta colinya....... tersergam indah buah dadanya yang
sebesar putik kelapa. Aku sembamkan mukaku di alur buah dadanya, ketika tanganku
meramas-ramas....... sambil mulutku mainkan ujung putingnya. Selang beberapa ketika,
aku membuka kancing kain sarung....... sambil melurut seluar dalamnya juga. Ku
benamkan mulutku dialur cicapnya....... ketika lidahku bermain dibatu permata
kesayangannya. Jari antuku jurulkan masuk kedalam cicapnya yang sempit....... Hanim
mengeliat kelazatan.
"MMMmmmmmm....... PPpppakkkkk SSSsssuuuuuuu......., "Hanim mendesah tak
keruan, kedua belah tangannya meramas kain cadar dengan kuat.
Aku semakin ganas seperti harimau lapar yang akan menerkam mangsanya....... Kuramas
dan kujilat kedua belah bukit pejalnya secara berganti-ganti....... Hanim berteriak kecil.
Aku terus meramas buah dadanya....... Hanim mengeliat kiri dan kanan.
Setelah cukup puas lidah dan mulut ku megomol dan meramas buah dadanya. Aku sembamkan mukaku kecicapnya bagi kali kedua, sambil tanganku meramas-ramas
ponggongnya....... Hanim mengepit kedua belah kakinya kekepalaku tanda
membantah....... tindakanku yang ganas terhadap cicapnya. Aku membuka
kelangkangnya luas-luas....... mulutku bebas bergerak....... Hanim mengerang kecil
keenakan.
"MMmmmm....... PPpppaakkkkkk Ssuuuuuuuu....... aaauuuwwwwww.............
hhggggghhhh......., "Hanim mengerang lazat.
Mungkin tak daya menahan nikmat yang ku hasilkan pada cicapnya. Namun tiba-tiba
Hanim menjerit....... dengan suara yang perlahan....... Hanim meminta kepadaku, supaya
aku cepat memasukan zakarku kedalam cicapnya....... aku tersenyum puas. Hanim
mengeluh manja menghayati nikmat syurga....... kali pertama ia merasakan bersetubuh
bersama seorang lelaki. Jemari tanganku mengarah batang zakarku....... yang sudah tidak
sabar....... ingin masuk dan merangut daranya. Aku acukan zakarku dipermukaan
cicapnya....... perlahan-lahan
"OOuuuhhhhh....... PPppakkk Sssuuuu....... ssakkiittt......., " Hanim memekik dan
mengeliat kesakitan.
Aku kesian kepada dia....... namun aku tetap meneruskan hajatku hingga tercapai. Aku
kulum bibirnya, sambilku meramas-ramas buah dadanya dengan lembut....... akhirnya
aku berjaya melupakan kesakitannya dan menukar kepada kesedapan serta kelazatan.
Tanpa membuang masa aku....... terus menekan batang zakarku.......
chhhrrrrrreeeeeeeesssssss....... terkoyak selaput kegadisannya.
"AAAaaaauuuuuuuuwwwwwwwwww....... hhhhhiiikkksss....... hhiikkks.......
hukkkhuuuukkk....... hhhuuuhhh......., "Hanim menjerit keras dan menangis teresak-esak.
Aku mententeramkan dirinya....... sambil kugoyangkan ponggongku perlahan-lahan.......
kukulum bibir dan kuhisap lidahnya, aku ramas-ramas kedua belah buah dadanya, aku
gomol gunung pejalnya selisih berganti....... mendesah-desah Hanim kegelian dan nikmat
kesedapan. Aku terus membenam batangku hingga kedasar....... sampai kemulut
rahimnya. Kulihat liang cicap kembang kuncup menahan asakan batangku....... Hanim
merintih kesakitan, ketika batangku menyelinap masuk kedalam cicapnya. Kemutannya
begitu kuat seakan meramas batangku. Aku tolak dan tarik batangku separuh saja....... aku
sorong dan tarik berkali-kali batangku dalam liang cicapnya yang sempit....... Hanim
merintih kembali. Ketika Hanim sedang leka....... aku mengambil kesempatan sekali lagi
dengan membenamkan seluruh batangku kedalam cicapnya.
"Sssaakkkkkk....... ooohhhh....... sssseeddappnyyaaaaaa....... PPPakkkkk.......
Sssuuuuuuu......., "erangnya perlahan, perkataan sakit sudah bertukar menjadi sedap.
Aku senyum sendirian buat kali kedua....... Bagi diri Hanim itulah pertama kali mengenal
erti persetubuhan dan sex. Aku teruskan dengan tarik menarik batangku....... Hanim
merintih kenikmatan dan kelazatan.
"AAaaaahhhhh....... PPpppaakkk SSsssssuuu......., "erangnya membuatku terangsang.
Sambil itu aku kulum bibirnya....... nafasnya mendesah-desah....... Hanim memelukku
dengan kedua belah kaki diapit ke ponggongku....... aku menikmati tubuh montoknya.
Kuramas buah dadanya berulang kali....... sambil aku menyorong tarik zakarku ke dalam
cicapnya....... aku lihat Hanim memejamkan mata........ mulutnya terbuka....... aku rasa tak
tertahan....... nikmat dan kepuasan....... Hanim menjerit kecil nyilu dan penuh nikmat.......
ia mula merasakan permainan tanpa pengadil.
"OOOooouuuuwwwwwwwwww....... PPpppppaaakkkk SSSSSsssuuuu....... Niimmm.......
niiiimmmm....... sssseedddappnnyaaaa......., "Hanim kembali mengerang nikmat tak
terucap olehnya. "AAAaaarrrggghhgghh....... Pppppaaaaakkkkkkk Suuuuuu.......
sseeedddaaappnya aaaaa....... Suuuu......., "erangnya lagi.
Kubiarkan Hanim melepaskan klimaksnya....... yang entah kebeberapa kali....... ku
rendamkan batang zakarku....... mata Hanim terpejam rapat....... aku terus berdayung dan
berdayung dalam kehangatan air pekatnya....... semakin lama semakin laju. Akhirnya aku
menyerah kalah....... aku benamkan seluruh batangku ke dalam cicapnya....... melepaskan
rasa nikmat yang tidak terhingga....... "AAAaarrggghhhhhh" tubuhku mengejang,
melepaskan tembakan air maniku ke dalam liang cicapnya, hingga membanjiri kawasan
luarnya. Aku meraung keras....... melepaskan rasa penat leleh selama 3 jam aku bertarung
dengan Hanim.
"OOOOOooouuuuggghhgghhhhh....... PPPaakkkk SSssuuuuu......., "Hanim mendesah
melepaskan klimaksnya. "HHHhhhhhgggghhhhggghh....... Haaaa.......
nniiimmmmmm....... hhhgggrrkkk....... ooooouuuugggghhhh......., "erangku sambil
mengomoli tubuh montoknya.
Aku bangga kerana aku berjaya meniduri seorang gadis yang aku idam selama ini.......
masih dara lagi. Sebelum aku menghantar Hanim pulang ke tempat penginapannya.......
aku mengambil kesempatan menidurinya melebihi daripada 4 kali....... sehingga Hanim
tak mampu menahan asakan dariku.......
Aku telah berjanji akan membawa....... Hanim bersiar-siar dengan kapal mewah
kepunyaan rakanku, Hamzah namanya. Aku dan Hamzah adalah rakan karib....... semasa
menuntut di Institut kemahiran di Alor Setar Kedah. Hamzah juga sudah berkahwin.......
mempunyai dua orang cahaya mata. Usia kami hampir sama dalam lingkungan 30 an.
Pada hari yang telah dijanjikan....... aku mengambil Hanim di kolejnya....... Hamzah
menunggu di kapal mewahnya. Setibanya kami di sana....... Hamzah sudah siap dengan
peralatan untuk belayar.
"Ni kawan Pak Su......., "Kataku sambil tersenyum.
"Hello....... saya Hamzah......., "Mereka bersalaman, Hamzah meramas-ramas tangan
Hanim penuh makna.
Hamzah sudah tahu segalanya mengenai Hanim yang sudah aku tiduri. Dari banyak
rakan-rakanku Hamzah....... salah seorang dari mereka meminati tubuh Hanim. Dia
mengucapkan tahniah kerana berjaya, memiliki tubuh Hanim juga akhirnya. Kami
membawa Hanim belayar kebeberapa buah pulau....... mencari tempat yang sesuai untuk
berlabuh.
Dalam perjalanan, Hamzah menayangkan filem sex Jepun....... Hamzah menarik tangan
Hanim untuk menonton bersamanya. Hanim tunduk malu......., setelah kerja aku selesai di
dek kapal, aku datang dan duduk di sebelah Hanim....... sekarang Hanim duduk di antara
aku dan Hamzah....... di atas sofa panjang, sambil menonton cerita sex.
Pelan-pelan aku melingkari lenganku di tengkuk Hanim....... sambil tanganku mengusap
gusap pehanya. Aku cium pipinya sebelah kanan....... sementara Hamzah mencium
pipinya di sebelah kiri, jemari kami sama-sama bertindak meramas-ramas gunung
pejalnya. Dia cuba menolak tubuh kami berdua....... tetapi Hamzah lebih cepat bertindak,
dengan mencium bibir dan mengulum lidah Hanim. Ia meronta-ronta kecil. Aku bertindak dengan membuka kutang baju kemeja. coli, seluar jeans dan seluar dalamnya sekali gus.
Kami lihat dengan jelas buah dada Hanim yang kecil bak putik kelapa....... dengan bukit
cicapnya yang tembam....... menyirap darah kami....... sambil batang kami berdenjut
denjut hendak keluar. Kami menelentangkan Hanim diatas karpet di hadapan tv. Hanim
memejamkan kedua matanya....... sebentar lagi ia akan menerima serangan dua orang
sekali gus. Hamzah mengucup bibir Hanim, sambil tangannya meramas-ramas gunung
pejalnya....... manakala aku pula menyembamkan mukaku ke cicapnya. Lidahku mejilat
alurnya ....... sambil tanganku meramas-ramas ponggongnya.
"EEErrrrggggghh....... AAAAAaaahhhhh......., "Hanim makin stim di buat kami berdua.
"AAAAAAaaaaahhh....... Eeeeeeehhhhhh....... Aaaaaaagggghhhhkkk.......
SSseedddaaapppnnnyyaaaa, " ujar Hanim mendesah-desah.
Kami mengaleh kedudukan kami....... Hamzah menjilaj-jilat batu permata dan alur
cicapnya sekali....... aku pula meramas-ramas teteknya....... mulutku mempintal-pintal
putingnya dengan rakus sekali. Aku dan Hamzah membuka pakaian kami satu
persatu....... tidak ada seurat benangpun yang tertinggal....... Aku menyuakan batang
zakarku kedalam mulut Hanim....... mulut Hamzah masih bermain-main di alur cicapnya,
jemari tangannya meramas-ramas buah dada Hanim....... ia mengeliat keenakan. Hanim
membuka matanya....... sambil batang zakarku berada di dalam mulutnya. Ia megulum
dan menjilat batangku hingga tampak licin.
Hamzah mengajukan batang zakarnya....... kealur cicap Hanim....... ia menekan
batangnya perlahan-lahan....... lubangnya masih sempit. Hamzah meramas-ramas buah
dadanya yang tegang lagi pejal. Kami sama-sama menjalankan tugas masing-masing.......
aku tarik tekan batangku didalam mulutnya....... Hamzah pula sedang sorong menyorong
batangnya kedalam cicap Hanim. Hanim menjerit kecil tak keruan, tubuhnya mengeliat hebat dan melonjak kencang.
"MMmmmmmmmmmmm....... aaauuuuwwwwwww....... aaauuuuuwwwwww.......,
"Hanim mengerang ke enakan. "AAAaaaaaahhhhaaahhhhhhh....... hhhaaahhhhhhhh.......,
"nafasnya semakin kencang.
Aku memuntahkan air maniku yang pekat kedalam mulutnya....... mulutnya comot dek air
liurnya yang bercampur dengan air maniku. Hanim menlenguh tak menentu....... nikmat
yang di berikan serentak oleh dua orang lelaki pada satu masa. Hamzah terus berdayung
dan berdayung....... mencapai klimaks yang pertama....... ia memancutkan air maninya
kedalam lubang cicap Hanim dengan banyaknya.
"BBbbbbaaggggggg....... PPPPaaakkkkkk SSuuuuuuuu....... OOoouuuuhhhhh.......
aahhhaaahhhhaaaa....... aaaaaauuuuwwwwww......., "Hanim mengeliat kelazatan dan
keenakan.
Aku membenamkan batang zakarku ke alur cicapnya dengan mudah....... dibantu oleh air
mani Hamzah dan air maninya....... hingga kedasar dan kemulut rahimnya. Cicapnya
mengemut gemut batangku....... kuat sekali. Hamzah kulum bibir Hanim....... ia sedut
sedut lidah Hanim....... tangannya meramas-ramas buah dada Hanim dengan lembut. Aku
tarik sorong batangku semula....... aku benamkan hingga kedasarnya....... aku buat begitu
berkali-kali....... hingga Hanim tak duduk senang dengan tindakan kami berdua. Hamzah
memegang kepala Hanim....... sambil batangnya ditarik dan tolak batang zakarnya
didalam mulut Hanim. Hamzah memancutkan air pekat kedalam mulut Hanim sekali lagi. Hanim memegang batang hamzah sambil menjilatnya berkali kali. Hamzah melumat mulut Hanim begitu lama.
Aku goyang-goyangkan perlahan batangku....... aku benamkan hingga kedasarnya.......
Tubuh Hanim terangkat sambil memeluk tubuhku. Aku sudah sampai klimaks....... aku
tarik dan aku tekan batangku....... aku benamkan semula kedasarnya. Aku dan Hanim
sama melepaskan ....... Aku memancutkan air maniku kedalam takungannya.
"OOoooouuuuwwwwww....... Pppppaaakkkk SSssssuuuuu....... HHhhhaaaaa....... nniim
nnnimmmm....... PPppaakkkk ssssuuuu....... niiiikkmattnnnyyaaaa......., "erang Hanim,
sambil aku menikmati tubuh montoknya.
Semasa Hanim hendak bangun....... Hamzah menindih tubuhnya sekali lagi....... mungkin
Hamzah tidak puas, melanyak tubuh muda itu. Hanim sudah rela....... Hamzah
memperlakukan apa saja, yang terhajat di hatinya. Hamzah mengulum dan mencium bibir
Hanim, tangannya meramas gunung susu yang pejal....... dan cantik. Hanim membalas
ciuman Hamzah dengan rakus sekali....... macam ia tidak mahu melepaskan tubuh
Hamzah. Hamzah membenamkan batangnya hingga kedasar....... tanpa belas kesihan,
sambil mulutnya menjilat leher Hanim....... tangannya meramas-ramas ponggong Hanim
dengan kuat. Hamzah kucup telinganya....... ia sedut-sedut buah dada Hanim....... hingga
tampak kemeram-merahan....... Hanim mendesah-desah kegelian. Hamzah menarik dan
menolak batangnya kedalam....... tarik semula....... menghentak hingga kedasar kembali.
Jemarinya meramas-ramas kedua buah gunung pejalnya dengan begitu rakus. Hamzah
buat begitu berkali-kali....... Tubuh mereka bersentuhan....... dengan dada Hamzah yang
mempunyai banyak bulu....... ia menambahkan rasa nikmat dan kegelian kepada Hanim.
Batangnya masih memainkan peranan....... tarik sorong ke dalam cicap Hanim.......
sebelum sempat ia bersuara....... Hamzah menarik kepalanya....... mengulum bibir Hanim
yang nakal. Hamzah julurkan lidahnya kedalam mulut Hanim....... Hanim mengulum
hangat....... ia mengoyangkan ponggongnya semula....... Hamzah geselkan dadanya yang
berbulu ke tubuh Hanim yang bogel, Hanim merintih kesedapan dan memekik kecil.
"SSSssssaaaakkkkk....... Gggeelllliiiiii....... aaahhhhhh.......
Ssssseeeddaappppnyyaaaaaa....... bb....... bbaannggg....... zzzaahhhh......., "erangnya
perlahan. "Aaaaahhhhhhhhhh....... sssssseeeeee dddddaaaapppppnnyyyaaa.......,
"erangnya lagi. "GGGggggooooyyyyaanggg....... bbb....... aanngggggg, "bisiknya hampir
tak dengar.
Hamzah menuruti kehendaknya....... goyang perlahan....... Hamzah cium bibir Hanim
penuh nafsu....... nafasnya termengah-mengah tapi Hamzah tak peduli itu semua....... ia
terus membenamkan batangnya hingga kedasar.
"Aaaarrrgghhh....... Hanim merintih dalam cumbuan Hamzah"
Hamzah kembali ajak Hanim bercumbuan....... mengerak ponggongnya turun naik.......
cicapnya mengemut-gemut batang Hamzah. Kedua lengannya merangkul belakang
Hamzah....... ponggongnya turut bergerak mengikut pergerakan ponggong Hamzah,
sambil menikmati tubuh Hanim yang montok dan mongel. Hanim mengerang gerang
merasa nikmatnya. Hamzah tarik dan sorong batangnya berkali-kali....... penuh
nikmat....... ia merasa bergetar-getar....... ketika tubuh Hanim mengeliat kiri ....... ia
menghentak batangnya masuk kedasar kembali. Mulutnya mendesis-desis dalam
kuluman bibir Hamzah........ sementara Hamzah meramas-ramas gunung pejalnya.
Hamzah biarkan batangnya terbenam buat seketika....... dalam cicap Hanim yang
terkemut-kemut....... cairan hangat dan pekat sudah membasahi batang Hamzah....... ia
tahu Hanim dah klimaks lagi....... mata Hanim terpejam rapat menahan nikmat. Hamzah
berdayung dan terus berdayung, sambil mulutnya mengomol gunung pejal Hanim.......
laju dan laju....... dengan tiga serangan serentak dari Hamzah....... Hanim seakan hilang
punca, kemutan cicapnya menjadi-jadi....... mengelepar tubuh Hanim. Dengan kemutan
cicap yang kuat....... ia merasakan klimaksnya akan sampai....... satu hentakan yang kuat
dari Hamzah....... ia simbahkan air pekatnya ke dalam liang cicap Hanim dengan
banyaknya hingga melimpah keluar. Bila terasa kepanasan air pekat Hamzah....... Hanim
mengelepar sekali lagi, sambil mengayak-ayak ponggongnya tanpa di pinta. Matanya terpejam rapat dek kelazatan yang tak terhingga.
"OOOoooouuuuuhhhhooouuuhhhhh....... bbb....... bbbb....... bbbaannnnnggggggg.......
oooouuhhhh....... uuhhhhhhhhh......., "Hanim mendengus melepaskan klimaksnya yang
keberapa kali. "HHHhhhhrrrrggggggkkkkk....... hhhhhaaahhhhhh.......
nnnniiiimmmmmmmm....... hhhhhaannniimmmm....... ooouuhhhhhh.......
nnniikkkmmmaattttnnnyyaaa......., "erang Hamzah sambil meramas-ramas tubuh montok
dan mengulum bibir Hanim.
Tiba-tiba kedua belah kakinya terkulai layu....... akhirnya Hamzah terkulai di atas tubuh
montok Hanim....... namun mereka berdua penuh dengan kenikmatan.
Sebelum kami bertiga bertolak pulang kepengkalan....... kami meniduri Hanim secara
bergilir-gilir hingga kami puas menikmati tubuh mudanya.

6 comments:

  1. >>>>>>>> Laman Malaysia Porn <<<<<<<<

    Klik salah satu yang tidak terblokir
    * cerita.malay3gp.com
    * ceritalucahteruk.blogspot.com
    * www.jawko.com

    ReplyDelete
  2. Best sangat cerita ni.. Buatkan saya nak baca tiap hari..
    Tumpang Iklan
    Abang sangat hebat..
    Kalau macam ni lah.. hari2 pun sayang nak..
    >>>Enlargexl:Besarkan Zakar <<<

    ReplyDelete